Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.)

  1. Morfologi a,b

Pohon, tinggi 5 – 12 m; kulit batang coklat tua atau coklat keabu-abuan; daun tunggal berkilat di kedua permukaan, elips hingga bulat telur, 8 – 15 cm x 4 – 8 cm; perbungaan tandan jarang dengan7 – 13 , jarang soliter, bunga banci, harum, putih, diameter 2 – 2,5 cm, daun kelopak 4, daun mahkota 4; buah kuning, bundar.  

  • Klasifikasic

Species             : Calophyllum inophyllum L.

Genus              : Calophyllum

Familia             : Calophyllaceae

Ordo               : Malpighiales

Class                : Magnoliopsida

Phylum            : Tracheophyta

Kingdom         : Plantae

  • Nama lokal    

Nyamplung

  • Manfaata,d,e,

Biji diekstrak minyaknya untuk produksi sabun, biodiesel, atau obat; tempurung biji untuk arang aktif, kayu untuk furnitur.

  • Status konservasic

Least Concern dalam daftar IUCN (IUCN List). Spesies ini tidak menghadapi ancaman besar, kecuali hilangnya habitat, hama, penyakit, dan pemanenan berlebih. Secara global, populasinya tersebar luas dengan jumlah yang stabil, sehingga dikategorikan ke dalam Least Concern.

  • Rujukan
    • Wu, Z.Y., P.H. Raven & D.Y. Hong (Editor). 2007. Flora of China Vol. 13 (Clusiacease through Araliaceae). Science Press Beijing, and Missouri Botanical Garden Press. St. Louis.
    • Backer, C.A. & R.C.B. van den Brink. 1963. Flora of Java. Vol I. N.V.P. Noordhoff, Groningen.
    • Handayani, S.S., E.R. Gunawan, D. Suhendra, Murniati, I.M. Ditha. 2020. Karakterisasi sifat fisiko-kimia minyak Nyamplung sebagai bahan baku sabun padat transparan. Jurnal Pijar MIPA 15(4): 411-415.
    • Hamim, Z. Romadlon, Dorly. 2019. Perkembangan morfo-anatomi bunga, buah, dan biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) sebagai tanaman penghasil biodiesel. Jurnal Sumberdaya Hayati 5(1): 1-10.
    • Wibowo, S., W. Syafii, G. Pari. 2010. Karakteristik arang aktif tempurung biji Nyamplung (CAlophyllumin
    • Wibowo, S., W. Syafii, G. Pari. 2010. Karakteristik arang aktif tempurung biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn). Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28(1): 43-54.