Pohon sapu tangan (Maniltoa grandiflora)

  • Morfologi a, b, d

Pohon hijau sepanjang tahun, tinggi mencapai 20 m, tegak, silinder,

Daun majemuk menyirip genap dengan a-3 pasang anak daun 9-17 cm x 1,5-8 cm, tidak simetris. Daun muda menggerombol terletak pada cabang yang menggantung, warna hijau pucat cenderung putih hingga merah pucat, kemudian berubah menjadi hijau tua.

Perbungaan tandan yang bergerombol, tangkai bunga 1-2 cm, daun kelopak 9-16 cm. Daun mahkota putih 10-28 mm.

Buah polong berwarna cokelat 3,5 x 5,5 cm, biji bulat, tunggal.

  • Klasifikasic, d

Species         : Maniltoa grandiflora

Genus          : Maniltoa

Familia         : Fabaceae / Leguminoceae

Ordo            : Fabales

Class            : Magnoliopsida

Phylum         : Tracheophyta

Kingdom      : Plantae

  • Nama lokalc, d        

Pohon sapu tangan

  • Manfaatc, d

Pohon pelindung, mampu menyerap polutan sepertiCO. Daun, bunga, kulit akar dan kulit batang mengandung senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antibakteri. Inti batang kayu berwarna coklat atau merah coklat, untuk warna kuning hingga kemerahan pada pewarnaan wool atau sutera.

  • Status konservasic

Least Concern dalam daftar IUCN (IUCN List) karena tidak tersedia data berapa populasinya ataupun penurunan populasinya. Spesies ini tersebar di wilayah Indonesia, Australasia, Papua Nugini.

  • Rujukan
    • Xu L, et all. 2010. Flora of China. Vol. 10. Fabaceae (Leguminoceae). Science Press Beijing, and Missouri Botanical Garden Press. St. Louis.
    • Jhon P.S., Saadah S. 2019. Antibakteri Senyawa Fenolik Daun Saputangan (Maniltoa grandiflora (A. Gray) Schert). Jurnal Penelitian farmasi Herbal. Vol 1. Institut Kesehatan Medistra. Lubuk Pakan.
    • Ken F., Ajna F., Richard M. 2019. Usefull Tropical Plants dalam tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Maniltoa+browneoides
    • Backer, C.A. & R.C.B. van den Brink. 1963. Flora of Java. Vol I. N.V.P. Noordhoff, Groningen.